*a very late post*


Pagi setelah bersama-sama Tsias keluar dari Osaka Dormitory, saya berjalan sendiri menuju stasiun Suita. Mampir sebentar di kedai udon untuk sekedar sarapan. Saat menunggu di peron, saya iseng ambil brosur turis berbahasa inggris dan memutuskan untuk pergi ke Osaka Tower (Tsutenkaku). Dari Suita langsung menuju ke Ebisucho.

Keluar-keluar dari stasiun dan menuju permukaan kota, langsung saya ketemu Tsutenkaku. Sesaat rasanya saya tercekat melihatnya. Dan karena masih cukup pagi jadi tidak begitu ramai, dan cuaca yang sedang cerah-cerahnya (padahal saya bawa payung dari Fukuoka karena takut hujan), saya pun jalan-jalan di pertokoan sekitaran situ.




Sesudah bosan, akhirnya saya memutuskan untuk segera saja ke KIX untuk bersiap menuju Tokyo (yeah!). Setidaknya di bandara bisa duduk-duduk nyaman dan internetan gratis. Maklum lah saya buka sosmed cuman berbekal internet gratis yang enaknya di sediakan di beberapa public space di Jepang. Saat mau pulang, eh, ketemu deh mbak mbak kawaii yang meski angin dingin menusuk tulang dan membuat saya harus merapatkan coat tetap saja asyik ber-cosplay kostum santa. Saya jadi ingat teman saya yang rikues buat dikirimi mbak mbak Jepang kawaii dan akhirnya saya mita ijin ke mereka untuk memfoto mereka. Meski awalnya mereka enggan, tapi setelah saya jelaskan bahwa saya turis dan cuma di Osaka selama 2 hari, akhirnya mereka mau.



Perjalanan menuju KIX sungguh sangat lancar tanpa hambatan karena saya memilih jam penerbangan malam dan waktu itu masih begitu sore. Dari Ebisucho saya pun merunut jalur yang sama seperti saat saya datang di Osaka. Di stasiun Tengachaya, saya pun berganti kereta dan langsung mengambil kereta cepat menuju KIX.

(Good bye, Osaka! 'Till we meet again.)


*

Sampai di Narita saya pun segera beregas menuju stasiun untuk segera menuju ke tempat Yaya di Fujigaoka  yang sungguh sangat jauh. Perjalanan mungkin memakan waktu sampai 1 setengah jam. Karena takut hal serupa di Osaka terulang, saya tak banyak pikir langsung naik saja kereta pertama yang akan berangkat. Saya mengeluarkan buku catatan kecil saya dan mengulang-ngulang dimana dan kapan saya harus turun. Karena untuk menuju Fujigaoka yang ada di sebelah barat Tokyo, harus berganti kereta 2 kali, tidak cukup sulit. Tapi banyak sekali stasiun yang harus saya lewati.

Dari Narita menaiki jalur bandara langsung menuju pusat kota, gerbong yang saya naiki mulai bertambah penumpangnya. Sampai stasiun Nippori saya harus berganti kereta tetapi bingung kemana saya harus berjalan. Setelah bertanya ke petugas stasiun dengan bahasa isyarat, saya pun akhirnya naik JR menuju ke Shibuya.

(First Landing in Tokyo)

Karena sudah di Shibuya, saya nekad untuk menikmati simpang di Jepang yang terkenal banget. Ah, gila. Saya berdebar tidak karuhan. Tapi, kenikmatan sesaat itu terhenti karena saya yang harus mengejar kereta menuju ke Fujigaoka. Mudah sekali dari Shibuya menuju Fujigaoka. Tetapi perjalanan memang jauh dan saya pikir, 'Well, I think I can make it today!'. Dan benar! Saya bisa dengan selamat sampai Fujigaoka tanpa harus menggembel menunggu kereta pertama. Yah, saya nggak bisa ngebayangin deh, karena sungguh area Yayak tinggal sungguh pinggir kota dan begitu sepi.

Untungnya, saat saya bingung mau keluar ke arah mana, Yayak yang juga baru pulang dari kampus menyapa saya. Dan, akhirnya saya pun menuju asrama Yayak dengan perasaan tenang. Malam ini saya rasa saya bisa tidur. Esok petualangan di Tokyo menanti.


[ ]

No comments:

Post a Comment