# ART / / / Gramophone Exhibition, Bentara Budaya Yogyakarta

Monday, 30 March 2015

(Girl with emerald)

“Maybe, we were born in the wrong era.” Quotes by MMF, 20150327.

*


Suatu petang di hari Kamis terakhir di bulan Maret, saya melintasi kompleks Kota Baru dari arah Kridosono ke utara. Sejenak menoleh ke arah timur, menatapi bangunan di sebelah utara Telkom. Gedung itu di atas pintu masuknya terdapat sebuah banner mengenai pameran yang berlangsung di sana. Gerimis kecil-kecil membuat saya enggak untuk mampir dan memilih bablas saja, dalam hati membuat catatan kecil untuk datang lagi ke sana esok.

Berjanjian bersama seorang teman, saya akhirnya datang ke Bentara Budaya Yogyakarta untuk menyaksikan pameran Gramophone yang ternyata telah berakhir kemarin sore. Petugas berkumpul di depan pintu masuk, sepertinya menunggu mobil angkutan untuk membawa kembali materi pameran ke rumah pemiliknya. Saya bertanya apakah masih boleh masuk meski saya telah melihat teman saya yang bersama teman saya yang lain telah masuk terlebih dahulu. Seorang wanita, kemungkinan besar adalah panitia, mempersilahkan saya untuk masuk melihat-lihat.

Ternyata, ada dua orang pengunjung lainnya, selain saya dan kedua teman saya itu.


Suasana ruang pamer lengang, bersamaan dengan beberapa materi yang telah diturunkan dari posisi pajangnya. Tetapi, ada sebuah gramophone yang masih berdiri di tempatnya, dan diletakkan paling jauh dari pintu masuk. Ah, pasti ini primadona dari pameran ini.




Sebuah gramophone tua yang telah dimodifikasi dengan penambahan motif bulu merah hijau. Kebetulan, teman saya yang lainnya, yang ikut datang, memakai terusan yang begitu matching ketika disandingkan dengan gramophone yang satu ini. Tetiba saya jadi ingat dengan sosok Nyi Ratu Kidul yang begitu khas dengan warna hijau emerald, seperti halnya color of the day-nya teman saya yang satu ini. Ah, tapi saya tak hendak membahas soal Nyi Roro Kidul di sini, mungkin juga tidak dalam waktu dekat.






Setelah puas berfoto, kamu bertiga mohon pamit dan mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang menunda pekerjaan beres-beres pameran dan membiarkan kami untuk masuk. Sore masih jauh. Tetapi langit mendung, mungkin semesta mendukung kami agar larut dalam suasana nyaman ini.


Secangkir kopi, gerimis, dan cerita-cerita. 

No comments :

Post a Comment