#FIKSI / / / Cinta (tak) akan menunggumu

Tuesday, 28 August 2012

(Waiting for you by jjap on deviantart.com)



“It was over almost a years ago.” Kataku dengan suara berat, sambil memunggungimu. Aku tak mau berdebat lagi karena pembelaanmu atas kalimatku. Mati-matian aku meredam amarah yang bergemuruh di dadaku sambil memejamkan mata dan mengeratkan gigiku. Di depan sana orang-orang yang kita kenal sedang sibuk mempersiapkan buka puasa.
“But, it isn’t!?!” kau bersikeras. Aku diam, mengeratkan gigiku lebih erat lagi. Aku bisa merasakan nyeri di pangkal rahang belakangku.
“Lalu apa yang kau inginkan dariku sekarang?” tanyaku dengan nada tinggi tapi terdengar dingin. Aku mati-matian menata napasku, masih memunggungimu.
“Let me fix it!
Aku berbalik dan menatapmu garang. Kau sedikit gentar meneruskan pembicaraan ini.
“Memperbaiki apa? Tak ada yang rusak. Tak ada yang pernah rusak.”
Kau menatapku nanar. Aku menatapmu dengan amarah yang terpendam. Sejenak aku dan kau hanya berdiri dalam diam, saling berperang dalam tatapan masing-masing. Aku menghela napas, bukan merasa kalah, tapi aku memutuskan untuk mengalah.
“Sudahlah, aku tak menginginkan apapun darimu. Pertanggung jawabanmu itu malah semakin memberatkanku. Kita tak pernah memulai sesuatu dengan benar dan malah membiarkannya berjalan seperti ini. Tak ada yang perlu diperbaiki. Kita hanya perlu keluar dari skenario ini.” Kataku mencoba tenang sambil membuang pandanganku darimu.
Kau masih menatapku nanar, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan.
“Jika di masa muda ada hal yang tak berjalan sesuai rencana, sudah sewajarnya demikian. Tak ada yang perlu kau tanggung sendirian, karena masing-masing dari diri kita menanggung apa yang telah kita perbuat di masa lalu.” Kataku sambil berjalan memutari tempat kita berbicara.
Aku berjalan melewatimu, meninggalkanmu diam. Seperti biasa, tak bisa menjawab kata-kataku. Tapi tiba-tiba kau menahanku dengan meraih tanganku. Aku berbalik dan kau sedang menggenggam pergelangan tanganku. Aku hanya tersenyum lemah dan dengan sekali sentakan melepaskan tanganmu.
“Maaf, aku hanya . . .”
Kau kehilangan kata-kata untuk memperkuat alibimu dan aku hanya tersenyum seadanya.
“Ayolah, bung! Kita bukan anak kecil lagi, yang akan menangis merengeki mainan yang telah ketinggalan jaman. Semua orang sudah menunggu. Jangan seperti bocah. Dewasa,lah!”
Aku berbalik dan berjlan lagi.
“Aku akan menunggu!” ujarmu dengan suara yang bergetar. Aku bebalik dan menatapmu tak mengerti.
“Aku akan menunggumu sampai kau kembali kepadaku.” Ujarmu sambil menatapku dengan matamu yang tajam tapi hitamnya begitu teduh. Matamu yang pernah membuatku terpesona. Tapi tidak kali ini.
Aku tersenyum kepada diriku. Andai kau katakan itu bertahun-tahun lalu, andai bukan kau, andai bukan kita, andai orang-orang yang ada di depan sana bukan mereka, aku akan dengan senang hati berteriak padamu, kalau aku menunggu kata-katamu itu. Tapi itu dulu.
“Cinta tak akan menunggu!” ujarku sambil tersenyum lalu berbalik meninggalkanmu menuju orang-orang yang sedang sibuk membakar daging ayam itu, teman-teman­.



‘Aku akan menunggumu sampai kau kembali kepadaku.
Katakan itu kepadaku beberapa tahun lalu, dan aku akan kembali kepadamu saat itu.

Saturday, 25 August 2012

(the house of broken sun by Gilad on deviantart.com)



Aku mendapatimu sedang duduk di ujung lantai kayu ini, rumah kayu yang kita buat bertahun-tahun lalu dengan bantuan tukang kakekmu. Aku tersenyum kepada diriku sendiri lalu berjalan mendekat. Perlahan aku duduk di sampingmu. Kau menoleh, menantapku agak kaget.

“Ah, kau.” Ujarmu tak bersemangat lalu menatap ke depan lagi. Lebih tepatnya, menatap ke arah rumah yang ada di seberang  jalan.

“Mungkin dia tak akan pulang liburan ini.” Ujarku dengan suara bergetar.

Kau hanya diam sambil menatap gamang, atap rumah di balik rimbun pohon itu. Lalu tersenyum kepadaku.

“Ya, aku tahu. Aku hanya sedang menikmati masa lalu dengan memandangi rumahnya dulu.”

Tuesday, 14 August 2012

( Akane Tachibana & Hitonari Hiiragi)
(rival seumur hidup, and partner)




"Menurutku, salah satu orang yang tak pernah berubah diantara kita semua adalah kau. Aku masih begitu nyaman membicarakan banyak hal bersamamu seperti saat ini."

Aku hanya tersenyum kepadamu. Matahari sore membuat sosokmu hanya terlihat sebagai bayangan hitam di depanku.

Monday, 13 August 2012

(let it fly, taken from deviantart.com)



You move closer to me with slow motion and grin to me. Stopped some steps in front of me and mock me.

So, finally move back, my dear?

You sentence make my temper rise.
NO!! Listen to me, I would not give him any damn hope! Understand?

And you didn't answer me, just smiling like a victory.

Wednesday, 8 August 2012

(from I'll comics)

"we have our own time to recall back our past memories 
and forget all mistakes that we had before"


"but you'd made the worst that couldn't forgive"

#SASTRA / / / Dalam Sabar

Monday, 6 August 2012


kepada Caci, semoga mimpi indah malam ini



Akan kunanti dalam diam, sampai mulutmu redam.
Akan kutunggu dalam mangu, hingga kata-katamu bisu.
hingga merah pudar,
hingga amarah pendar

Lalu, hanya tinggal aku, kau, Caci
dan kata-kataku yan belum sempat kumaki padamu

#PHOTOGRAPHY / / / Manual Multiexposure Project

Thursday, 2 August 2012

Well, lama banget saya nggak manuls di blog ini sejak terakhir kali posting. Ada banyak hal seperti ujian, kuliah kerja arsitektur, pengalaman pertama kerja magang, puasa di jogja yang menyita waktu saya akhir-akhir ini.

Beberapa saat lalu karena didorong keingintahuan, saya mencoba untuk melalukan trobosan terbarun dalam kamera mainan saya. Sebut saja manual multiexposure project. Sebelumnya, akan saya terangkan secara singkat apa itu multiexposure.

(air and water)

Multiexposure adalah teknik dalam fotografi atau sinematografi yaitu menumpuk beberapa gambar menjadi satu gambar.
Singkatnya, memotret dua objek yang berbeda dalam satu film, aklau memotretnya memakai kamera analog.
Nah, di bawah ini adalah contoh dari teknik multiexposure itu sendiri.

(taken from  Venessa Jeremia blog)
(taken from  Venessa Jeremia blog)

Kedua foto ini saya ambi dari sebuah blog milik Venessa Jeremia, yang ternyata orang Jakarta. Contoh lainnya saya ambil dari blog milik Inka Leoni.

(taken from  Inka Leoni  blog) 
(taken from  Inka Leoni blog)
(taken from  Inka Leoni blog)
Well, hasilnya ternyata keren-keren ya. Apalagi karena memang disupport oleh kamera yang bagus hasilnya jadi tak tanggung-tanggung. Nah, masalahnya adalah, kamera mainan saya sama sekali tidak bisa untuk mengambil gambar dengan teknik multieksposure! Jadi, saya bereksperimen saja dengan kamera saya.

Pada prinsipnya, multieksposure adalah 'menumpuk' gambar dalam satu film. Oleh karena itu, awalnya saya iseng mengambil gambar seeprti biasa. Setelah dirasa cukup, saya memutar ulang film kamera saya, yang tentunya masih di dalam kamera. Muternay dengan feeling dan intuisi saja. Tak terpikir pakai perhitungan matematis supaya gambarnya oke. Yang penting, filmnya bisa muter balik dan dipake buat jepret lagi. Sebenarnya proyek ini saya lakukan jauh sebelum ujian. Tapi karena sibuk ini itu, saya belum sempat mencuci scan film saya. Nah, karena kemarin lowong, saya iseng mencucikan film saya dan berikut ini hasilnya.



Foto yang paling atas kena sedikit bagian foto yang numpuk di foto paling atas dari postingan ini. Foto yang kedua itu efeknya cuma kelihatan samar-samar. Saya ingat betul foto ini adalah foto langit di taman sari dan foto kolam bunga teratai Jutap.



Nah, pas awal semester lalu saya berkunjung ke studio akanoma dan memotret pak Yu sing dengan kamera saya. Sayangnya, eh, malah ketumpuk. Yah, tapi nggak apa lah, namanya juga baru belajar dan memang kamera saya tak bisa diatur fotonya mau numpuk di foto yang mana.






Banyak yang fail nih, tapi saya akan berusaha untuk menciptakan karya yang oke setelah ini.
Yah, tapi karena percobaan ini, kamera mainan saya jadi sedikit ngadat kalau dipake. Semoga kamera saya cepat sembuh dan bisa dipergunakan untuk bereksperimen yang seperti ini.

#JALAN-JALAN / / / Lawatan Rumah Rempah Karya

Sunday, 15 July 2012

Entah kapan saya sudah lupa pastinya, Architen pergi ke Rumah Rempah Karya, milik seorang arsitek asal solo bernama Paulus Mintarga yang ada di solo dalam rangka kuliah lapangan rancang bangun. Rencana yang sudah dirancang oleh salah satu teman saya, yang mendadak jadi seperti asdos mata kuliah rancdang bangun, itu berrjalan lancar karena dukungan dari banyak anak architen.

Well, karena (mungkin) dana yang keluar juga tidak terlalu banyak, kami serombongan berangkat dengan menggunakan 3 mini bis kota ke Solo. Kami benar-benar tidak tahu pastinya tempat itu dan hanya manut sama sopir yang masih meraba-raba jalur. Di tengah jalan, rombongan Pak dipto sempat nyasar karena memang tak tahu tempatnya dimana. Dan, mungkin, karena berbekal GPS, akhirnya mereka bisa sampai di sana pada akhirnya. Dan kami, anak-anak architen, sempat seperti anak ilang di depan muka pertokoan yang tak terpakai dan tak tahu kalau sebenarnya, tinggal nyeberang jalan dan jalan 10 meter sudah sampai. Karena ketidak tahuan itu, kami malah jadi kaya anak ilang dan melahap habis snack bekal dari kampus. Dan karena rombongan nyasar itu sudah sampai, kami akhirnya berbondong-bondong menyeberang jalan dengan dibantu oleh staff sana.

Jalan dikit dan kami langsung disambut oleh pagar kawat yang disana di pasang bunga dalam pot dan the Giant Uncompleted Umbrella!!! Semua langsung mengeluarkan senjata (baca: kamera) dan berfoto-foto.













(perpaduan bayangan pot di payung raksasa
dengan pola grassblock menjadikan perpaduan yang epic)


Setelah, foto-foto di luar, kami masuk dan foto-foto di dalam.




























Puas, kami dipersilahkan duduk dan berkenalan dengan apa, siapa, dan bagaimana rumah rempah itu.

"Born in July 9, 1990, rempah rumahkarya is a place for professional with its masterpiece, where the member include designers, architects, art, businessman and other professional. They really care and have a great passion for developing the country by giving their fresh idea, originally design and synergy to make things possible into action.

Rempah rumahkarya, tuk ing omah sumrambah , house of oase Rumah yang dengan semangat gotong royong menjadi sumber inspirasi, inovasi, kreatifitas dan pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas produktifitas ( terukur ) untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.(rempah rumahkarya has a vision “tuk ing omah sumrambah” ( Javanese) which meant house of oasis. An inspire home to create, innovate and cultivate the productivity for the prosperity)____________________________________________________________________________________________

  1. Merupakan rumah karya bagi anak bangsa
  2. Pemberdayaan lokalitas dan potensi bangsa Indonesia sebagai bangsa pengrajin dengan cita rasa keanekaragaman budaya yang tinggi
  3. Wadah bagi profesional dan komunitas-komunitas kreatif untuk saling berbagi, menguatkan dan bersinergi dalam tindak nyata
  4. Rumah yang memiliki organ creative outlet untuk memasarkan produk “ Good Indonesian Design “ ke pasar dunia
  5. Rumah untuk residensi dan edukasi
____________________________________________________________________________________________
  1. A workshop for the indonesian people
  2. Empowering the Indonesian people as craftsmen in their locality and potential, with a high toleration to many diverse cultures
  3. A place for professionals and creative communities in sharing and strengthening each other in  real social contributions.
  4. A place that has a creative outlet to promote “Good Indonesian Design” to the worldwide market.
  5. A place for residence and education



____________________________________________________________________________________________ 
rempah rumahkarya consists of:
  1. Structure-material design
  2. Architecture and interior design
  3. Furniture design
  4. Product design
  5. Art & crafts
  6. Inventory of sustainable local-natural materials that is aimed at creating a useful resource directory
  7. Mechatronic and IT
  8. Sustainable alternative energy
  9. Education
____________________________________________________________________________________________Address:desa tegalmulyo RT03 / RW 04 gajahan colomadu7°32'19.97"S110°45'33.69"EPhone: (+62271) 768 5911Fax: (+62271) 768 5911
website: http://www.rempahshop.co/"
(dikutip dari facebook)


____________________________________________________________________________________________

Hal yang saya sukai dari profil yang ada di facebook milik rumah rempah karya adalah, mereka menyertakan koordinat posisi mereka. Saya iseng search di google earth dan mendapatkan citra udara seperti di bawah ini.




Setelah perkenalan, lagi-lagi kami diperbolehkan buat keliling-keliling nonton foto-foto lalu makan siang di bawah payung gedhe yang jika sudah jadi, maka akan tertutup sepenuhnya oleh tanaman markisa yang merambat di pusat payung. Nah, setelah tu diadakan sedikit ngobrol bareng pemilik rumah rempah karya, Pak Paulus Mintarga, soal proyek rancang bangun di akhir semester yang akan kami hadapi ke depan. Setelah itu, foto bareng dan kami pulang dengan perasaan senang di dalam diri kami. Nah, saya memang tidak banyak bercerita lewat tulisan karena saya yakin foto-foto saya akan bercerita dengan sendirinya.